Susah nyari ide tulisan buat blog? Tenang, Faiz Yahya bagikan 4 tahapan rahasia dari mulai nangkep ide sampai nulis artikel yang berbobot dan bermanfaat buat pembaca.

Wasap mamen, kenalin namaku Muhammad Faiz Yahya, panggil saja Faiz. Awalnya aku bikin website faaizyahya.id cuma buat taruh portfolio kerjaan. Tapi lama-kelamaan aku mikir, kenapa nggak sekalian dibikin blog aja. Lewat blog ini aku bisa berbagi catatan harian, refleksi diri, sampai belajar bareng soal cara hidup yang lebih bermakna.

Ngomong-ngomong soal nulis blog, kadang ide tulisan itu suka datang tiba-tiba. Kalau pas lagi dapet ide segar, aku harus buru-buru mencatatnya di buku atau handphone. Bahaya banget kalau sampai idenya menguap dan hilang begitu saja. Makanya hari ini aku mau cerita sedikit tentang gimana caraku meracik artikel. Yuk bahas bareng langkah gampang bikin tulisan blog yang isinya bermanfaat.

1. Langsung Tulis Judul di Draft Blog

Langkah pertama yang hampir selalu aku lakukan adalah menulis judulnya dulu di bagian draft blog. Kategori tulisan juga langsung aku pilih saat itu juga. Kenapa harus begini? Supaya ide yang baru mampir di kepala nggak langsung kabur terbawa angin.

Urusan isi tulisan mah belakangan aja. Biasanya aku menulis isinya setelah mengumpulkan bahan atau nyari tahu lebih banyak soal topik tersebut.Kalau kamu intip halaman dashboard blogku, pasti bakal kaget melihat banyak banget daftar draft kosong yang cuma ada judul sama template dasar. Sengaja aku bikin begitu karena aku ingin kalimat template itu selalu ada di setiap postinganku. Punya banyak draft kosong ini kesalahan umum yang sering bikin blogger pemula overthinking, tapi anggap saja ini sebagai tabungan ide buat kamu.

2. Kumpulin Ide Pakai Jurnal

Sebagai orang yang suka dengan metode bullet journal, menuangkan isi kepala ke atas kertas itu rasanya menyenangkan banget. Aku sendiri memakai dua metode untuk menyimpan ide, yaitu digital dan buku catatan. Dua cara ini saling melengkapi untuk menyelamatkan ide-ide liarku.

Untuk urusan digital, handphone jelas benda yang hampir nggak pernah ketinggalan. Aku memanfaatkan gadget ini semaksimal mungkin buat mendukung hobi nulis. Aku sering memakai aplikasi editor di handphone untuk mengetik draf kasar. Platform seperti ini enak banget dipakai karena ringkas dan bikin proses nulis dari mana saja jadi lebih cepat. Tapi jujur saja, corat-coret ide di buku jurnal tetap jadi favoritku.

Aku punya beberapa cara andalan untuk memancing ide keluar. Salah satunya mind mapping yang sering aku pakai untuk memecah satu ide menjadi lebih detail sebelum mencari bahan tulisan.

Kadang aku juga bikin daftar ide acak. Pokoknya tulis saja semua yang lewat dipikiran, mau dieksekusi kapan ya nggak masalah. Setelah menemukan satu ide yang pas, baru deh aku bikin jadwal di catatan bulananku. Buat kamu yang lagi mentok nggak tahu mau nulis apa, membuka lagi buku catatan lama ini bisa jadi penyelamat yang ampuh.

3. Cari Bahan Biar Tulisan Makin Berisi

Setelah ide dirasa matang, waktunya mencari data tambahan biar tulisan kita makin kaya. Dalam tahap ini kamu bisa mencari bahan dengan cara baca buku, mengingat kembali pengalaman masa lalu, atau melihat tulisan orang lain yang nyambung dengan topikmu.

Supaya informasi berharga nggak terlewat begitu saja, aku selalu mencatat hasil pencarian data tersebut. Walaupun kadang bentuk tulisannya berantakan dan cuma aku sama pena yang paham maksudnya. Tapi biar ceritanya nggak cuma curhatan kosong, aku mencari info tambahan buat mendukung ceritaku. Mengubah curhatan jadi konten yang ada solusinya itu trik jitu buat menarik pembaca. Orang suka membaca cerita yang punya jalan keluar.

4. Atur Jadwal Tayang dan Cek Terakhir

Keuntungan mengetik pakai aplikasi atau draft online itu kita bisa bebas membaca ulang tulisan sampai rasanya pas. Kadang kita pengen nambahin kata-kata atau malah membuang bagian yang kepanjangan. Proses maju mundur seperti ini bakalan bikin capek kalau kita harus bolak-balik buka laptop.

Setelah isi tulisan sudah mantap untuk dibagikan, baru deh aku pindah ke laptop untuk merapikan semuanya. Di tahap ini aku mulai membenarkan ukuran huruf, memasukkan gambar, mengatur link, sampai mengganti alamat URL postingan biar lebih rapi. Semua pernak-pernik ini jauh lebih gampang dikerjakan lewat layar yang besar.

Biar kamu nggak bingung, urutan kerjaku kira-kira seperti ini. Mulai dari bedah ide, nyari bahan bacaan, melengkapi draf, mengedit tulisan, memasukkan foto, membenarkan link, menulis deskripsi pencarian, dan terakhir menentukan jadwal tayang.

Habis itu balik lagi deh ke proses awal buat tulisan berikutnya. Jangan lupa ya, setiap tulisan yang sudah tayang harus selalu dibagikan ke media sosial kamu. Begitulah rutinitas yang aku jalani tiap kali membuat konten baru. Setiap orang pasti punya ritmenya masing-masing.

Kalau kamu sendiri gimana? Adakah kebiasaan khusus saat mencari ide buat blog?


Happy Blogging!